⊱⊱◊▬◊⋙ SELAMAT DATANG, SEMOGA SEMUA ISI BLOG GUE BISA BERMANFAAT BAGI PARA PENYIMAK. ⋘◊▬◊⊰⊰ ⊱⊱◊▬◊⋙WELCOME TO MY BLOG, I WISH ALL ARTICLE IN MY BLOG HELPFULL FOR THE VIEWERS. ⋘◊▬◊⊰⊰

Kamis, 18 April 2013

Pengertian Suudzon dan Penyebabnya

Suudzon dalam Kehidupan Sehari hari banyak dikenal dengan Istilah Buruk Sangka atau Berprasangka Buruk Kepada seseorang atau sesuatu yang sebenarnya Dia tidak tau pasti atau tidak tau jelas akan kebenarannya.

Sering sekali dari kita kebanyakan tidak menyadari atau tidak sengaja, pernah melakukan hal itu, baik kepada sesama makhluk hidup ataupun tentang sesuatu hal lainnya.

Bahkan bukan hanya sekali ataupun dua kali saja, melainkan berkali kali, dan selama itu juga kita tidak pernah merasa atau tidak menyadarinya.

Suudzon jika dilihat sepintas memang kelihatan sepele. namun kalau kita mau mencermatinya, sebenarnya efek dari suudzon itu sendiri sangatlah dahsyat.

Buruk sangka (suudzon) jika kemudian diteruskan ke orang lain yang orang itu juga tidak mengerti permasalahannya, maka akan dapat menimbulkan fitnah.

Sebagai contoh, ada tiga orang sahabat (sebut saja : Waras, Slamet dan Kuat / Nama hanya ilustrasi belaka). Ketiga Orang Sahabat ini bekerja dalam satu kantor / Instansi. Suatu ketika si Slamet mengetahui si Waras menerima Uang dari seseorang yang kebetulan datang ke kantor mereka.

Pada saat itu si Slamet langsung Berfikiran Negatif kepada si Waras. Si Slamet menyangka uang yang diberikan kepada si Waras tersebut adalah uang tidak resmi dari seseorang yang pekerjaannya ada kaitannya dengan si Waras dan telah melakukan tindakan yang tidak seseuai dengan prosedur yang kemudian orang tersebut memberikan sejumlah uang untuk menutupi perbuatannya itu.

Mungkin si Slamet Bisa punya fikiran seperti itu karena Dia juga sering melakukan hal yang sama dengan si Waras yang hanya disangkanya. (Ooooohhh… Ternyata Penulis juga ikut ikutan suudzon nih…)

Tanpa disadarinya, si Slamet kemudian menceritakan kejadian yang dilihatnya tersebut kepada si Kuat dan juga semua teman yang ada dikantornya.

Menurut Cerita Versi si Slamet kepada si Kuat, bahwa si Waras telah menerima uang sogokan dari seseorang yang diduga adalah seorang Pengusaha yang melakukan penyimpangan, sehingga berusaha menyuap si waras dengan sejumlah uang.

Untunglah si Kuat adalah Orang yang tidak Gampang Percaya begitu saja dengan kabar dari seseorang yang belum tentu kebenarannya. Si Kuat pun hanya manggut manggut mendengar cerita si Slamet.

Untuk membuktikan apakah yang diceritakan oleh si Slamet kepada dirinya itu benar atau tidak, maka si Kuat pun melakukan Penyelidikan bak Detektif Swasta.

Selidik punya selidik, akhirnya diketahui juga asal muasal mengapa orang yang diduga pengusaha oleh si Slamet itu memberikan sejumlah uang kepada si waras.

Ternyata Dugaan si Slamet kepada si Waras selama ini memang Benar benar Tidak berdasar sama sekali.

Hal yang sebenarnya terjadi adalah, Orang yang diduga Pengusaha oleh si Slamet tersebut merasa pernah ditolong oleh si Waras dan sebagai ungkapan rasa terima kasihnya, orang tersebut memberikan sedikit imbalan berupa uang kepada si Waras.

Jadi, sama sekali tidak ada “Permainan Suap menyuap” sedikitpun dalam hal ini. dan orang yang diduga pengusaha tersebut juga tidak pernah melakukan penyelewengan sedikitpun kepada perusahaannya. itu semua terjadi hanyalah karena adanya faktor pertemanan saja.

Dari Ilustrasi Cerita diatas, Para Pembaca pasti dapat menyimpulkan, bahwasanya buruk sangka atau suudzon itu jika diteruskan ke orang lain akan menimbulkan fitnah yang tidak berujung.

Ini terbukti bahwa si Slamet telah menfitnah dua orang sekaligus, didepan si Kuat dan teman Sekantor Lainnya. yaitu si Waras dan Pengusaha itu. dan si Slamet sama sekali tidak menyadari bahwa perbuatannya tersebut telah menyebabkan Nama si Waras menjadi tercoreng karena dianggap telah menerima suap dari seorang Pengusaha yang sebenarnya tidak pernah melakukan penyelewengan sama sekali.

Jangan Pernah Suudzon dan Berfikiran Negatif Kepada sesuatu yang kita belum tau Kebenarannya.
Jangan menelan Mentah Mentah Berita yang Kita terima dari orang Lain
Selidiki dulu apakah berita yang Kita terima itu benar atau tidak sebelum kita menyebarluaskannya kepada Orang Lain.


Berusahalah Selalu Berfikir positif
Milikilah prinsip bahwa sifat Iri dan dengki terhadap kesuksesan / Keberhasilan Orang lain adalah Merugikan Kita sendiri


Yakinlah bahwa kita mampu lebih baik dari Orang lain
Syukuri apa yang Kita terima Selama ini sebagai Anugerah dari Tuhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar